Rabu, 21 Maret 2012

HIBURAN TELEVISI



" AJANG PENCARIAN BAKAT MENDOMINASI 
ACARA HIBURAN TELEVISI "




1. LATAR BELAKANG MASALAH

Belakangan layar kaca televisi kita dihiasi dengan berbagai acara ajang pencarian bakat.  Hampir di semua stasiun televisi memiliki acara serupa. Seperti itulah wajah televisi kita akan dihiasi terus menerus dengan program acara yang sama hanya berbeda finalis dan angkatannya saja hingga akhirnya pemirsa bosan barulah tayangan tersebut dihentikan. Jika beberapa tahun lalu pencarian bakat terfokus pada bakat menyanyi, maka sekarang ini ‘kreatifitas’ media massa mulai ‘beraksi’.

Gamb :seolah menawarkan ‘ketenaran instan’


Acara – acara itu dimodifikasi sehingga tidak saja terfokus pada bakat menyanyi, tetapi juga pada semua bakat apapun yang dipunyai masyarakat Indonesia. Sebut saja Indonesia Mencari Bakat (trans TV), Indonesia’s Got Talent (Indosiar), Suara Indonesia (Trans TV), Voice of Indonesia (Indosiar), dan lain-lain.  Pengemasan program yang dibuat eksklusif, audisi yang diadakan di kota-kota besar, serta total hadiah ratusan juta rupiah plus kontrak eksklusif dengan stasiun Televisi membuat banyak orang tergiur. Ajang ini seolah menawarkan ‘ketenaran instan’ kepada masyarakat. Parahnya lagi banyak orang yang memang ingin meraih ‘ketenaran instan’ ini.


2. RUMUSAN MASALAH 

Sesuai dengan fenomena yang terjadi. Apakah ajang pencarian bakat murni bertujuan untuk mencari bakat-bakat terbaik anak-anak bangsa ataukah hanya perlombaan rating semata?.

3. TUJUAN PENELITIAN 

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah fenomena pencarian bakat murni bertujuan untuk mencari bakat-bakat terbaik anak-anak bangsa atau hanya perlombaan rating semata.

4. MANFAAT PENELITIAN 

Diharapkan memberikan masukan kepada setiap stasiun televisi agar memberikan program acara yang berkualitas bukan hanya karena rating semata. tetapi juga dapat memberikan wadah atau tempat yang bisa mengekspresikan bakat-bakat anak bangsa secara serius. Dan memberikan wawasan yang luas dalam bidang broadcasting.


ISI PENELITIAN

Ø  Rating

Saat sebuah stasiun sukses dengan acara pencarian bakatnya, maka stasiun televisi lain sudah pasti akan mengikuti jejak itu, karena tergiur oleh rating yang akan diperoleh. Untuk memperoleh rating itu maka sudah pasti sasarannya adalah masyarakat. Sayangnya masyarakat kita sekarang ini masih banyak yang belum menyadari bahwa sebenarnya mereka dijadikan media sebagai alat pengeruk keuntungan. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh nielsen rata-rata penonton program mencari bakat di bulan  (1-27 September) lebih banyak 72% (1,5 juta orang usia 5 tahun ke atas) daripada perolehan di awal tahun ini yang hanya berjumlah 886 ribu orang. Dengan kata lain, perolehan rating program mencari bakat di usia 5 tahun ke atas naik dari rata-rata 1,8 menjadi 3,1.
(http://www.agbnielsen.net/newsletter /9 September 2010).

  • Ø  Kreatifitas

Dalam dunia hiburan saat ini memang sulit menemukan hal baru. Terlebih lagi kebanyakan production house yang lebih mengintikan pada bagaimana mendapatkan keuntungan tanpa mau menggubris kualitas. Dengan kata lain, asal penonton suka dan mendatangkan uang, mengapa tidak.Kreativitas bukan hanya pada menemukan program baru, tapi bagaimana mengemas program. Program lama pun jika dapat dikemas dengan apik bukankah juga suatu kreativitas.

  • Ø  Selera Audien

Rupanya pemirsa televisi kita tidak dapat lagi dipuaskan hanya dengan drama sinetron. Dengan begitu berkuranglah kepuasan yang mungkin didapat dari hanya menonton sinetron. Maka dibuatlah konsep tentang tayangan pencarian bakat di mana masyarakat seakan haus dengan tayangan hiburan yang berbeda dan belum ada yang ditampilkan di televisi. Apalagi dengan keanekaragaman bakat-bakat anak- anak bangsa yang unik dan menarik. Karena itulah masyarakat memberikan perhatian yang lebih terhadap tontonan yang bagi mereka rasakan baru di televisi.


KESIMPULAN

Fenomena ini sering sekali kita lihat dalam dunia televisi di Indonesia. Dan ujung-ujungnya adalah untuk mendapatkan rating yang baik. Walaupun dengan topeng acara pencarian bakat. Dalam hal ini sangat dibutuhkan sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif agar dapat bersaing dengan stasiun televisi lain. Sebenarnya stasiun televisi diharapkan bisa menjadi wadah yang benar-benar serius memperkenalkan budaya Indonesia serta dapat menjadi alat untuk mewariskan kebudayaan Indonesia didalam maupun diluar negri. Sesuai dengan fungsi televisi yang sesungguhnya.


" SESI TANYA JAWAB "


Sumber Gambar :

Cast : Rudini Mulya~Mahasiswa Teknik Industry

http://www.freewebs.com/ferresuga/planetimaji.htm





Tidak ada komentar:

Posting Komentar