Rabu, 21 Maret 2012

Ilmu Komunikasi_Visualis



" STOP WHALE HUNTING "


Whale hunting atau yang sering disebut dengan istilah “Whaling”, yaitu 'panen' ikan paus di lautan luas dengan metode-metode tertentu, hal ini memprihatinkan, karena paus adalah termasuk mamalia terbesar di bumi sekarang ini, sehingga sistem daur hidup mahluk laut tergantung pada kelangsungan hewan ini juga. atau dengan kata lain, paus berada pada puncak rantai makanan, apabila rantai ini terputus, maka ekosistem air laut pun akan rusak.

Gamb: Ikan Paus Terdampar 

  • Sejarah Perburuan Ikan Paus

Penangkapan ikan paus dimulai di zaman prasejarah. Awal penangkapan ikan paus mempengaruhi perkembangan banyak budaya yang berbeda-beda, di Norwegia dan Jepang. Pada masa prasejarah berburu dan mengumpulkan umumnya dianggap memiliki sedikit dampak ekologis, awal perburuan paus di Kutub Utara mungkin telah mengubah ekologi air tawar. Pengembangan teknik penangkapan ikan paus modern terjadi di abad ke-19 dengan peningkatan permintaan minyak ikan paus, terkadang dikenal sebagai "minyak kereta" dan kemudian pada abad ke-20 oleh permintaan untuk margarin dan daging.


  • MODERN WHALING
Minyak paus sekarang jarang digunakan, perburuan paus modern dilakukan untuk hidangan / makanan elit. Spesies paus yang diburu terutama yaitu ikan paus Minke di Antartika (Balaenoptera bonaerensis) diketahui bahwa populasi terakhir di timur laut atlantik yaitu sekitar 103.000.
Sehubungan dengan populasi ikan paus minke di Antartika, pada Januari 2010, IWC(International Whaling Commission) menyatakan bahwa "itu tidak dapat memberikan perkiraan yang dapat diandalkan pada saat ini" dan bahwa "tinjauan yang utama sedang dilangsungkan oleh  Scientific Committee."

Kerjasama Internasional tentang peraturan penangkapan ikan paus dimulai pada 1931 dan mencapai puncaknya pada penandatanganan International (Convention for the Regulation of Whaling (ICRW) in 1946. Dengan tujuan untuk menyediakan konservasi yang tepat dari stok ikan paus dan dengan demikian membuat kemungkinan perburuan ikan paus untuk tujuan  komersial dapat di tertertibkan serta meminimalis perkembangan industri-industri yang menangkap ikan paus sebagai bahan dasar industrinya.

Berikut adalah beberapa negara yang masih memiliki komunitas perburuan paus :
1. Canada

Penangkapan ikan paus dilakukan dalam jumlah kecil oleh beberapa kelompok di seluruh negeri di pimpin oleh Pter Lynn dan di kelola oleh Perikanan dan Laut Kanada. Daging paus dijual melalui toko-toko dan supermarket di mana daging ikan paus adalah termasuk dalam 'diet tradisional'.
Pada 1982, Satu-satunya spesies paus yang saat itu di panen adalah paus Bowhead. Tahun 2004, batas perburuan ditentukan yaitu 1 paus untuk setiap 2 tahun dan 1 paus untuk setiap 13 tahun dari populasi Hudson Bay-Davis Strait
2. Faroe Islands    
                             
Sekitar 950 Paus Pilot bersirip panjang
(Globecephala melaena, masih satu keluarga dengan spesies lumba-lumba) tertangkap setiap tahunnya. Kadang-kadang spesies lainnya juga diburu, seperti paus dan lumba-lumba hidung tutup botol di utara atlantik.

3. Greenland

Penangkapan ikan paus terjadi sekitar 175 ekor per tahun, membuat Greenland sebagai peringkat tiga di dunia setelah Norwegia dan Jepang. Pada Maret 2010 International Whaling Commission (IWC) memberlakukan kuota untuk masing-masing pantai di Greenland. Dalam tahun biasa sekitar 150 ikan paus Minke dan 10 sirip diambil dari perarian pntai barat dan sekitar 10 Minke di pantai timur.

4. Islandia

Sebelumnya pada 1986-1989 sekitar 60 ekor / tahun diambil dibawah izin pakar ilmiah.Perburuan Paus Komersial dilanjutkan pada tahun 2006,kuota tahunan adalah 30 ikan paus Minke (ada 174.000 diperkirakan di pusat dan timur laut Atlantik Utara) dan paus sirip sembilan (sekitar 30.000 diperkirakan di pusat dan timur laut Atlantik Utara).

5. Indonesia

Lamalera, di pesisir selatan pulau Lembata, dan Lamakera pada tetangga Solor adalah dua sisa perburuan paus masyarakat Indonesia. Para pemburu mematuhi agama tabu yang membuat mereka menggunakan setiap bagian dari binatang. Sekitar setengah dari hasil tangkapan disimpan di desa; sisanya ditukar di pasar lokal. Pada tahun 1973, PBB Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO)
mengirim sebuah kapal penangkap ikan paus dan untuk memodernisasi berburu mereka. Upaya ini berlangsung tiga tahun, dan tidak berhasil. Menurut laporan FAO, warga lamalera, "telah berevolusi sebuah metode penangkapan ikan paus yang sesuai dengan sumber daya alam mereka, dan prinsip-prinsip budaya mereka

6. Japan

Pada tahun 1982 ketika IWC memperkenalkan kebijakannya menkuota perburuan ikan paus, Jepang mengajukan keberatan resmi. Akan tetapi dalam menanggapi ancaman US untuk membatasi perburuan di wilayah perairan amerika serikat, jepang menarik lagi keberatannya pada 1987. Lalu kemudian, perburuan paus dari Jepang berlanjut sampai sekarang. Program penangkapan Jepang yang kontroversial di negara-negara anti-perburuan paus, berujung pelaporan jepang ke mahkamah internasional oleh australia, dan negara lain yang bergabung dalam beberapa organisasi anti perburuan paus jepang. Beberapa negara lain seperti Norwegia dan Islandia juga melakukan hal sama meski tak sebanyak yang dilakukan Jepang. Sayangnya, IWC yang juga menyesali moratorium itu tak memperoleh dukungan untuk membuat regulasi berskala internasional.

' Pertemuan IWC 2010 '

Pada pertemuan 2010 dari Komisi Penangkapan Ikan Paus Internasional di Maroko, perwakilan dari 88 negara anggota mendiskusikan apakah iya atau tidak untuk mencabut larangan 24 tahun pada penangkapan ikan paus komersial. Jepang, Norwegia dan Islandia mendesak organisasi untuk mengangkat larangan tersebut. 

 Sebuah koalisi negara-negara anti-perburuan ikan paus telah menawarkan sebuah rencana kompromi yang akan memungkinkan negara-negara ini untuk melanjutkan perburuan paus, namun dengan hasil tangkapan yang lebih kecil dan di bawah pengawasan yang ketat. Rencana mereka juga akan sepenuhnya melarang penangkapan ikan paus di Samudra Selatan. 

Lebih dari 200 ilmuwan dan para ahli telah menentang usulan kompromi untuk mengangkat larangan tersebut, dan juga menentang penangkapan ikan paus memungkinkan di Samudra Selatan, yang dinyatakan sebagai tempat kudus paus pada tahun 1994 .  Lawan dari rencana kompromi ingin melihat mengakhiri semua perburuan ikan paus komersial, tetapi bersedia untuk memungkinkan tingkat tangkapan subsisten oleh adat masyarakat . 

Sumber Gambar :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar