Rabu, 13 Maret 2013

Antara Kehidupan Organisasi dan Mahasiswa





Mahasiswa Miskin Proses Belajar


Gamb: Ilusi Mahasiswa & Organisasi

 “ Maraknya kasus plagiat dan sikap anti diskusi dikalangan mahasiswa adalah implemantasi dari miskinnya proses pembelanjaran. pun, kini mahasiswa kecendrungan yang berorientasi pada penilaian kognitif semata tanpa memahami substansi dari sebuah proses pembelajaran itu sendiri ”.

Proses belajar sejati tidak sekedar membaca literature - literatur, lebih dari  itu, proses belajar menuntut mahasiswa agar mempresentasikan hasil membaca tersebut kepada orang lain dalam sebuah forum diskusi, meninjau ulang hasil diskusi, dan mendengarkan pendapat oranng lain. disamping itu perlu adanya kesadaran dari mahasiswa dalam mencapai kesempurnaan proses belajar. mereka hendaknya tidak hanya mengutamakan lulus dalam waktu yang tepat, namun juga menyelesaikan tahap-tahap proses belajar dengan baik. menurut BAN-PT, kelulusan mahasiswa idealnya dalam jangka waktu 8-10 semester. dalam masa itu, mereka perlu waktu untuk merefleksi dan membina diri sebagai persiapan transisi dari dunia perkuliahan ke lingkungan masyarakat.

“….Dikwatirkan , mahasiswa yang lulus dalam waktu singkat atau kurang dari jangka waktu tersebut akan memiliki jiwa sosial yang kurang matang dan belum siap untuk diterjunkan ke masyrakat. maka, bila mereka tidak melalui proses belajar yang sempurna mereka tidak akan bisa mempertanggungjawabkan angka-angka dalam ijazah tersebut..” miskinnya proses pembelajaran mahasiswa umumnya masih minim dalam hal membaca. ” seharusnya, ketika dosen telah memberikan silabus mata kuliahnya, mahasiswa aktif mencari refrensi berdasarkan silabus tersebut. namun tidak semua mahasiswa berorientasi kepenilaian kognitif. banyak diantara mereka yang idealis, mau mengejar kemampuan akademisnya, bukan sekedar penilaian kognitif semata. paradigma penilaian kognitif adalah yang terpenting diatas segalanya, acapkali ditafsirkan sebagai penghalalan berbagai cara untuk mendapatkannya. bayangkan mendapatka  penilaian kognitif dibawah standar menjadi momok yang menghantui dimasa ujian tengah semester(UTS) dan ujian akhir semester(UAS). ketakutan-ketakitan seperti itu yang membut mahasiswa melakukan ketidak jujuran selama ujian. seperti prilaku mencontek….‼‼!.

ahasiswa pada dasarnya harus memiliki karakter yang bermoral dan berlandasan pancasila, sehingga tahu mana yang benar dan harus dilakukan, bukanya membenarkan apa yang jamak dilakukan orang-orang disekitar. idealnya mahasiswa harus merencanakan betul bagaimana pendidikanya berlangsung. mereka hendaknya sudah memiliki mimpi akan jadi apa nantinya. bila ingin menjadi sarjana dengan kelulusan terbaik maka ia, harus mempersiapkanya dari awal. mengenal potensi diri, dimata kuliah mana yang menjadi kekuatan, dan dimata kuliah mana dia lemah.

“ Dimata kuliah yan lemah hendaknya mereka harus lebih keras belajar.untuk memperkuatnya, bisa lewat tutorial, ototdidak, membaca, atau konsultasi-konsultasi. lalu mereka tata target keberhasilan studinya tiap semester.  dengan begitu dapat menggapai apa yang dia targetkan…..‼‼”’


Gamb: ILUSI Forum Kajian Mahasiswa

Gamb: Bersama Menilai Kinerja-Dosen

Sumber: suara Pembaharu_rudinymulya@gmail.com


Departement Industrial Engineering of Mercu Buana University




 Program Studi Teknik Industri (SI )



  • Deskripsi program studi
Teknik industri ( industrial engineering ) berhubungan dengan perancangan, perbaikan, dan instalasi sistem yang mengintegrasikan manusia, bahan, alat, informasi, dan energi untuk memproduksi barang atau jasa secara efisien dan efektif.  Disiplin ini juga mengupayakan pencapaian hasil secara optimal dan pengelolaan faktor-faktor produksi yang didukung oleh pertimbangan kelayakan teknis dan socio - ekonomis, dengan mengutamakan peran manusia sebagai faktor produksi yang utama ( human factor ).


Gamb: Teknik Industri-Mercu Buana


Teknik Industri Universitas Mercu Buana Terdiri Dari 3 Peminatan / Konsentrasi  :

1.       Sistem manufaktur

Sistem manufaktur adalah sebuah sistem yag memamfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan kualitas, produktivitas , dan efisiensi sitem integral yang terdiri dari manusia, mesin, material,energi, dan informasi melalui proses perancangan, pemeliharahaan, dan perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam bidang manufaktur antara lain adalah : sistem roduksi, perencanaan dan pengendaliaan produksi, pemodelan sistem, perancangan tata letak pabrik, dan ergonomi.

§  Prospek profesi lulusan
Production Engineering / Officer / Manager, Facility Loyout And Plant Designer, Product Design And Development, PPIC  Office / Manager,  PPIC ; Production Planing And Inventory Control, Maintenance Office / Manager

2.       Manajemen dan sistem industri

Bidang keahlian manajemen industri adalah bidang keahlian yang memamfaatkan pendekatan teknik industri untuk penciftaan dan pendekatan nilai sistem usaha melalui fungsi dan proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya insani dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis.  Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam manajemen  dan sistem industri antara lain adalah : Manajeman Keuangann, Manajemen Kualitas, Manajemen Inovasi, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Pemasaran, Manajemen Keputusan Dan  Ekonomi Teknik.

§  Prospeksi profesi lulusan
Business Excellen Team, Standard And Procedure Development Officer, Marketing Manager, QA ( Quality Asurance ), Officer / Manager, Process Planner, Operations Staff  Untils Directors.

3.       Sistem dan Manajemen Energi

Bidang keahlian manajemen energi adalah bidang keahlian yang memamfaatkan pendekatan teknik industri untuk mencapai tujuan menggunakan energi seminimun mungkin, sementara tingkat kenyamanan dan tingkat produktifitas tetap dapat terpelihara.

§  Prospeksi Profesi Lulusan
Plant Energy Manager, Building / Facility Energy Manager, Utility  Energy Auditor, Utility Energy Analist, Consult Energy Engineer / Manager,DSM Auditor /Manager.(http:www.teknikindustri10mercubuana.blogspot.com.)


Gamb: Peminatan Teknik Industri-Mercu Buana


Gamb: Presentasi Saat DK-Teknik Industri


Gamb: Media Teknik Industri-UMB

Sumber: suara Pembaharu_rudinymulya@gmail.com





Akademik VS Organisasi





Organisasi vs Kuliah?
Organisasi vs IPK bagus?



Tak perlu dipungkiri bahwa tujuan awal kita berada di kampus adalah untuk kuliah (akademik) tetapi di lain pihak kita juga perlu mempunyai sebuah wadah sebagai tempat berkumpul yang dinamakan organisasi. Di sinilah kita dapat menemukan diri kita dan mencari jalan mana yang akan ditempuh dalam beberapa tahun ke depan.
Manfaat dalam berorganisasi yang gw dapatkan dikampus: 
1.   Sebagai penuntun pencapaian tujuan.
2. Dapat mengubah kehidupan masyarakat melalui masing-masing individu dengan
      
pembentukan karakter.
3.    Menawarkan solusi untuk kemajuan kita ke depan.
4.    Sebagai sumber ilmu pengetahuan.

   Tetapi masih ada beberapa orang yang masih belum bisa memahami pentingnya organisasi. Malah ada yang enggan untuk merasakan yang namanya berlembaga karena ketakutan akan kehancuran akademik.


     Mahasiswa yang biasanya kuliah terus pulang, ga ada agenda lain di kampus, biasa disebut “kupu2” (kuliah pulang-kuliah pulang). Ada juga mahasiswa yang suka organisasi, biasanya kalau aktif di organisasi pasti sering rapat, nah mahasiswa yang seperti ini disebut “kura2” (kuliah rapat- kuliah rapat). Lalu yang benar yang bagaimana? Kupu2 atau kura2 mungkin jawaban dari berbagai orang beda2. Ada yang suka kupu2 ada yang suka kura2. Kalau aku lebih suka kura2, meskipun berdasarkan pengamatanku kebanyakan mahasiswa yanga ikut organisasi IPnya pas2an, tapi ada juga sih yang IPnya bagus (tp Cuma sedikit kali hehehe…)


Menurutku kriteria mahasiswa yang berada dilingkungan kampus,yaitu :

1.    Mahasiswa luar biasa : mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik dan kemampuan organisasi yang memuaskan.

2.   Mahasiswa biasa : mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik yang baik, namun tidak memiliki kemampuan organisasi (alias; APATHIS dengan organisasi kampusnya).

3.  Mahasiswa pelupa : mahasiswa yang memiliki kemampuan organisasi baik namun lupa akan tugasnya sebagai insan akademik,yaitu kuliah dan belajar.

4. Mahasiswa merana : mahasiswa yang tidak memiliki kemampuan akademik maupun kemampuan organisasi yang memuaskan.

Akibatnya terjadinya penurunan minat untuk berlembaga dalam ruang lingkup mahasiswa dipengaruhi oleh faktor dari diri mahasiswa itu sendiri karena ketakutan akan penurunan indeks prestasi. Faktor lain yang menyebabkan hal tersebut adalah dari pihak birokrasi yang menuntut mahasiswa untuk menyelesaikan studi lebih cepat.Menurutku organisasi dan kuliah itu sama2 penting....jadi kini ente tinggal pilih,,,,hehehehe?
(Sumber:@RDN_onaniwacana)



Akademik & Organisasi


Sumber: suara Pembaharu_rudinymulya@gmail.com