Selasa, 14 Agustus 2012

Tata Hitung Ongkos - Job Order Costing



Job Order Costing



Metoda pengumpulan biaya produksi bisa dibedakan menjadi dua, yaitu job order costing (metoda harga pokok pesanan) dan process costing (metoda harga pokok proses). Adakalanya perusahaan menggunakan kombinasi kedua metoda ini jika perusahaan berproduksi secara massa dan juga berdasarkan pesanan.

Job Order Costing merupakan pengumpulan biaya produksi yang diterapkan pada perusahaan yang menghasilkan produk atas dasar pesanan. Pengumpulan biaya produksi berdasarkan metoda harga pokok pesanan mempunyai beberapa karakteristik dan ketentuan :

o   Harga pokok produk dihitung untuk setiap pesanan.
o   Penentuan harga pokok dilakukan setelah produk pesanan yang bersangkutan selesai dikerjakan.
o   Harga pokok per unit produk pesanan dihitung dengan cara membagi harga pokok produk pesanan tertentu dengan jumlah unit pesanan yang bersangkutan.
o   Biaya produksi harus digolongkan berdasarkan hubungannya dengan produk menjadi biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung (biaya overhead pabrik).
o   Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
o   Bahan yang diolah dalam proses produksi dipisahkan menjadi “bahan baku” dan “bahan penolong”.
o   Tenaga kerja bagian produksi dibedakan menjadi “tenaga kerja langsung” dan “tenaga kerja tidak langsung”.
o   Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung dibebankan  berdasarkan biaya sesungguhnya.
o   Biaya overhead pabrik dalam penentuan harga pokok produk pesanan dibebankan berdasarkan tarif yang ditentukan di muka, karena biaya overhead pabrik memiliki sifat :

-          Ada sebagian biaya overhead yang bersifat tetap, sehingga jika menggunakan biaya overhead yang sesungguhnya maka pembebanan biaya overhead per unit akan berfluktuasi sesuai fluktuasi volume produksi setiap perioda. Biaya overhead pabrik per unit lebih besar saat volume produksi rendah, dan sebaliknya. Misal biaya depresiasi garis lurus untuk mesin.
-          Ada sebagian yang frekuensi terjadinya tidak merata tiap bulan. Sehingga jika menggunakan biaya sesungguhnya maka harga pokok produk akan dibebani biaya overhead yang lebih besar pada saat terjadinya biaya overhead, dan sebaliknya. Misal biaya reparasi mesin.
-          Ada sebagian yang jumlahnya dapat diketahui pada saat tertentu, misal biaya listrik. Jika menggunakan biaya sesungguhnya maka harga pokok produk pesanan yang selesai pada tengah bulan tidak dapat dihitung.
Selanjutnya dibahas serangkaian proses akuntansi dalam pengumpulan biaya produksi untuk harga pokok berdasarkan pesanan, yaitu akuntansi biaya bahan baku dan bahan penolong, akuntansi tenaga kerja, akuntansi biaya overhead pabrik, akuntansi produk selesai, akuntansi produk dalam proses, dan akuntansi penjualan produk.

1.       Akuntansi Biaya Bahan Baku dan Bahan Penolong

Menyangkut kegiatan pemesanan, pembelian, penyimpanan dan pemakaian bahan. Kegiatan akuntansi yang diperlukan:
o   Pembelian bahan; dicatat ke jurnal berdasarkan faktur pembelian. Menggunakan rekening persediaan bahan baku, persediaan bahan penolong, kas (jika beli tunai) atau utang dagang (jika beli kredit). jurnal yang diperlukan adalah:
Persediaan bahan baku                                                             Rp. XXX
            Kas/utang dagang                                                                                            Rp. XXX
Persediaan bahan penolong                                   Rp. XXX
Kas/utang dagang                                                                                            Rp. XXX
Gambar 1. Contoh Kartu Persediaan
Nama persediaan: …………………….
Tanggal
Pembelian
Pemakaian
Sisa
Unit
Harga/unit
Total
Unit
Harga/unit
Total
Unit
Harga/unit
Total














                Buku pembantu untuk kartu persediaan adalah buku pencatat pembelian atau penambahan, pemakaian dan sisa bahan.
o   Pemakaian bahan; dicatat berdasarkan bukti pemakaian barang, menggunakan rekening ”Barang Dalam Proses - Biaya Bahan Baku”, ”Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya”, ”Persediaan Bahan Baku” dan ”Persediaan Bahan Penolong”. Jurnal yang dibuat adalah:
Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku             Rp. XXX
                    Persediaan Bahan Baku                                                                 Rp. XXX
        Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya                Rp. XXX
                    Persediaan Bahan Penolong                                                       Rp. XXX
Buku pembantu yang diperlukan untuk mencatat pemakaian bahan baku dan bahan penolong ini adalah:
o   Kartu Persediaan Bahan Baku: untuk mencatat persediaan bahan baku yang digunakan dalam proses produksi
o   Kartu Harga Pokok Pesanan: untuk mencatat biaya produksi yang dibebankan pada tiap jenis produk pesanan. Dibuat setiap produk.
o   Kartu Persediaan Bahan Penolong: mencatat pengurangan kuantitas persediaan bahan penolong yang digunakan dalam proses produksi.
o   Kartu Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya: mencatat biaya bahan penolong yang merupakan salah satu elemen biaya overhead pabrik

Gambar 2. Contoh Kartu Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya
Kartu Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya
Bulan: Agustus 2011
Jenis Bahan
Jumlah
Biaya bahan penolong
Biaya tenaga kerja tidak langsung
Biaya listrik
Biaya penyusutan gedung pabrik
Biaya penyueutan mesin pabrik
Biaya asuransi pabrik
Rp. 3.250.000,-
Rp. 3.800.000,-
Rp. 1.125.000,-
Rp. 2.250.000,-
Rp. 1.600.000,-
Rp. 1.750.000,-
Jumlah
Rp. 13.775.000,-

2.      Akuntansi Biaya Tenaga Kerja

Pemakaian jasa tenaga kerja dalam proses produksi meliputi pencatatan waktu kerja atau satuan produk yang dikerjakan, pembuatan daftar gaji dan upah tenaga kerja, dan pembayaran gaji dan upah. Akuntansi biaya tenaga kerja yang diperlukan:
o   Pengakuan biaya tenaga kerja (saat terutang); berdasarkan bukti pencatatan gaji dan upah tenaga kerja, dibuat jurnal pengakuan biaya tenaga kerja sbb:
Gaji dan upah                                                                    Rp. XXX
                Utang gaji dan upah                                                                        Rp. XXX

o   Distribusi biaya tenaga kerja;
Jumlah gaji dan upah yang diakui selanjutnya didistribusikan ke dalam kelompok biaya sesuai departemen atau bagian fungsional. Jurnalnya:
            Barang Dalam Proses-BTKL                                      Rp. XXX
            Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya                                Rp. XXX
            Biaya Pemasaran                                                          Rp. XXX
            Biaya Administrasi & Umum                                    Rp. XXX
                                Gaji dan Upah                                                                                           Rp. XXX
o   Pembayaran biaya tenaga kerja; saat pembayaran biaya tenaga kerja, berdasarkan bukti kas keluar, dibuat jurnal sbb:
Utang Gaji dan upah                                                       Rp. XXX
Kas                                                                                                                        Rp. XXX
Buku pembantu yang diperlukan dalam akuntansi distribusi biaya tenaga kerja:
Þ     Kartu harga pokok pesanan: mencatat biaya tenaga kerja langsung untuk setiap jenis pesanan produk.
Þ     Kartu biaya overhead sesungguhnya; mencatat biaya tenaga kerja tidak langsung di Departemen Produksi.
Jika dibutuhkan, dapat ditambahkan buku pembantu untuk biaya pemasaran, dan biaya administrasi dan umum.

3.      Akuntansi Biaya Overhead Pabrik

Meski biaya overhead pabrik dibebankan berdasarkan tarif ditentukan dimuka, tapi biaya overhead pabrik yang sesungguhnya tetap dicatat tersendiri, yang selanjutnya setelah produk yang dipesan selesai dikerjakan, digunakan untuk menghitung selisih antara biaya overhead pabrik yang dibebankan dengan biaya overhead pabrik sesungguhnya.
Biaya overhead pabrik meliputi:

o   Akuntansi biaya overhead pabrik yang dibebankan; 
     berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka. Pembebanan biaya overhead pabrik ke harga pokok pesanan dihitung berdasarkan tarif yang ditentukan di muka dikalikan dengan kapasitas sesungguhnya yang digunakan untuk mengerjakan setiap produk pesanan. Jurnalnya:
            Barang Dalam Proses - Biaya Overhead Pabrik         Rp. XXX
                    Biaya Overhead Pabrik Dibebankan                                                     Rp. XXX
                    (untuk mencatat pembebanan biaya overhead pabrik berdasarkan tarif yang ditentukan)
Bukti sebagai dasar jurnal diatas adalah bukti memorial yang memuat perhitungan tarif dan beban biaya overhead pabrik. Jumlah biaya overhead pabrik yang dihitung berdasarkan tarif tersebut dicatat dalam rekening “Biaya Overhead Pabrik Dibebankan”. Sedangkan rekening”Barang Dalam Proses - Biaya Overhead Pabrik” digunakan untuk mencatat pembebanan biaya overhead pabrik tarif ke harga pokok produk yang dipesan. Buku pembantu yang diperlukan adalah kartu Harga Pokok Pesanan, yaitu untuk mencatat biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada setiap produk pesanan.

o   Akuntansi biaya overhead pabrik yang sesungguhnya
      terjadi. Dicatat dalam rekening “Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya”. Contoh jurnalnya
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya                                        Rp. XXX
        Persediaan Bahan Penolong                                                                                               Rp. XXX
(untuk mencatat biaya bahan penolong)                                                                      
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya                                        Rp. XXX
        Gaji & upah                                                                                                                                Rp. XXX
(untuk mencatat biaya tenaga kerja tidak langsung)
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya                                        Rp. XXX
        Akumulasi penyusutan gedung pabrik                                                            Rp. XXX
        Akumulasi penyusutan mesin pabrik                                                                               Rp. XXX
(untuk mencatat penyusutan aktiva tetap pabrik)
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya                                        Rp. XXX
        Persediaan Suku cadang                                                                                       Rp. XXX
(untuk mencatat biaya reparasi & pemeliharaaan aktiva tetap pabrik)
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya                                        Rp. XXX
        Persediaan Bahan Bangunan                                                                              Rp. XXX
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya                                        Rp. XXX
        Kas/Utang Biaya                                                                                                       Rp. XXX
(untuk mencatat macam-macam biaya overhead)
o   Akuntansi selisih biaya overhead pabrik; mencatat perbedaan biaya overhead pabrik yang dibebankan berdasarkan tarif dengan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya. Jurnalnya
Biaya Overhead Pabrik Yang Dibebankan                                   Rp. XXX
        Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya                                                            Rp. XXX
Jika terjadi selisih pembebanan kurang, maka dibuat jurnal:
Selisih Biaya Overhead Pabrik                                                         Rp. XXX
        Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya                                                            Rp. XXX
4.       Akuntansi Biaya Produk Selesai, untuk mencatat harga pokok produk selesai
Jurnal yang perlu dibuat adalah”
                Persediaan Produk Selesai                                                               Rp. XXX
                        BDP – Biaya Bahan Baku                                                                                             Rp.XXX
                        BDP – Biaya Tenaga Kerja Langsung                                                                      Rp.XXX
                        BDP – Biaya Overhead Pabrik                                                                                   Rp.XXX
            (untuk mencatat produk pesanan yang telah selesai dikerjakan)
Rekening yang digunakan adalah:
Þ     Persediaan Produk Selesai, yaitu untuk mencatat jumlah biaya produksi dari produk pesanan yang telah selesai dikerjakan,
Þ     Rekening Barang Dalam Proses, yaitu untuk memindahkan jumlah biaya yang dibebankan pada produk pesanan yang telah diselesaikan.
Buku pembantu yang diperlukan:
Þ     Kartu persediaan produk selesai, yang digunakan untuk mencatat harga pokok produk pesanan yang telah diselesaikan.
5.       Akuntansi Biaya Produk Dalam Proses
Tiap akhir perioda (umumnya akhir bulan), biaya produksi atas produk pesanan yang belum selesai dikerjakan dipindahkan ke rekening Persediaan Produk Dalam Proses, jurnalnya:
                Persediaan Produk Dalam Proses                                                  Rp. XXX
                        BDP – Biaya Bahan Baku                                                                                             Rp.XXX
                        BDP – Biaya Tenaga Kerja Langsung                                                                      Rp.XXX
                        BDP – Biaya Overhead Pabrik                                                                                   Rp.XXX
                (untuk mencatat produk pesanan yg belum selesai dikerjakan pada akhir perioda)
Rekening Persediaan Produk Dalam Proses, digunakan untuk mencatat biaya produksi yang telah digunakan untuk mengerjakan produk yang belum selesai pada akhir perioda.
6.       Akuntansi Biaya Penjualan Produk
Harga poko produk yang diserahkan kepada pemesan dicatata dalam rekening “Harga Pokok Penjualan” dan rekening “Persediaan Produk Selesai”. Jurnal untuk mencatat harga pokok pesanan yang diserahkan kepada pemesan adalah:
                Harga Pokok Penjualan                                                                 Rp. XXX
                        Persediaan Produk Selesai                                                                   Rp. XXX
Sedangkan Jurnal untuk mencatat pendapatan penjualan produk adalah:
                Kas/piutang dagang                                                                            Rp. XXX
                        Penjualan                                                                                                                         Rp.XXX
Rekening yang digunakan adalah:
Þ     Kas (untuk penjualan tunai) atau
Þ     Piutang dagang (untuk penjualan kredit)
Þ     Penjualan, untuk mencatat nilai penjualan dari produk yang diserahkan.
Buku pembantu yang diperlukan:
o   Kartu persediaan produk selesai, untuk mencatat pengurangan nilai atas persediaan produk selesai yang diserahkan kepada pemesan.
Contoh:
1.       PT. ROSMALA berproduksi atas dasar pesanan para langganannya. Pada bulan Agustus 2010, telah diterima pesanan sebagai berikut:
Nomor Pesanan
Jumlah
P – 24
50 unit
P – 25
80 unit
P – 26
60 unit

Berikut data biaya selama Agustus 2010:
-          Pembelian bahan baku sebanyak 6 ton, dengan harga Rp. 1500/kg
-          Dari bahan baku yang dibeli, dipakai untuk memproduksi pesanan P-24 1.000kg, P-25 2.500kg, dan P-26 1.500kg.
-          Biaya tenaga kerja langsung Rp. 9.000.000,- dengan distribusi untuk setiap pesanan: P-24 20%, P-25 50%, P-26 30%.
-          Biaya overhead pabrik yang dibebankan pada tiap pesanan dengan tarif 120% dari Biaya Tenaga Kerja Langsung.
-          Biaya overhead pabrik sesungguhnya pada bulan Agustus 2010 berasal dari:
                    Biaya tenaga kerja tidak langsung                                               Rp. 2.000.000,-
                    Pemakaian supplies listrik                                                               Rp. 3.000.000,-
                    Biaya listrik pabrik                                                                              Rp. 1.000.000,-
                    Penyusutan gedung pabrik                                                            Rp. 1.500.000,-
                    Penyusutan perlengkapan pabrik                                               Rp. 2.000.000,-
                    Biaya lain-lain                                                                                        Rp.    500.000,-
-          Akhir Agustus 2010, pesanan P-24 dan P-25 telah selesai diproduksi, dan pesanan P-24 diserahkan dengan harga jual per unit Rp. 125.000.

Diminta:
1.       Membuat jurnal
-          Pembelian bahan baku
-          Pemakaian bahan baku
-          Pembebanan BTKL pada produk
-          Pembelian BOP dan mencatat BOP sesungguhnya
-          Mencatat persediaan produk dalam proses dan persediaan produk selesai.
-          Mencatat penyerahan pesanan yang telah selesai.
2.       Menghitung:
-          Nilai persediaan bahan baku per 31 Agustus 2010.
-          Nilai persediaan produk dalam proses per 31 Agustus 2010.
-          Nilai persediaan produk selesai per 31 Agustus 2010.
-          Laba kotor atas penjualan selama Agustus 2010.
-          Selisih BOP sesungguhnya BOP yang dibebankan.

Jawab:
1.       Jurnal transaksi yang diperlukan PT ROSMALA
Persediaan bahan baku
Utang dagang/kas
Rp.9.000.000
Rp.9.000.000
Barang dalam proses-biaya bahan baku
Persediaan bahan baku
Rp.7.500.000
Rp.7.500.000
Barang dalam proses-biaya tenaga kerja langsung
Gaji dan upah
Rp.9.000.000
Rp.9.000.000
Barang dalam proses-biaya overhead pabrik
biaya overhead pabrik yg dibebankan
Rp.10.800.000
Rp.10.800.000
Persediaan produk dalam proses
Barang dalam proses-biaya bahan baku
Barang dalam proses-biaya tenaga kerja langsung
Barang dalam proses-biaya overhead pabrik
Rp.8.190.000
Rp.2.250.000
Rp.2.700.000
Rp.3.240.000
Piutang dagang/kas
Penjualan
Harga pokok penjualan
Persediaan produk selesai
Rp.6.250.000
Rp.6.250.000
Rp.5.460.000
Rp.5.460.000

Nilai persediaan bahan baku per 31 Agustus 2010 = Rp.1.500.000
Nilai persediaan produk dalam proses per 31 Agustus 2010 = Rp.8.190.000
Nilai persediaan produk selesai per 31 Agustus 2010 = Rp.13.650.000
Laba kotor atas penjualan selama Agustus 2010 = Rp.790.000

Referensi:
-          Mardiasmo; “Akuntansi Biaya, Penentuan Harga Pokok Produksi”; Andi Offset, Yogyakarta, 1994.
-          Mulyadi; ”Akuntansi Biaya”; UPP STIM YKPN; Yogyakarta; 2007;
-          Muslim, E.; “Harga Pokok Produksi, Ikhtisar Rugi Laba, Neraca Dan Penilaian Persediaan”, modul Fakultas Teknik UI, Jakarta, 1993.
-          Matz, A., Milton F.U. and Lawrence H.H.; “Akuntansi Biaya, Perencanaan dan Pengendalian”; 1992.


Tugas:

·         Jelaskan karakteristik usaha perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan!
·         Jelaskan manfaat informasi harga pokok produksi per pesanan pihak manajemen.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar